Bendera
Filed under Uncategorized
Blogging Workshop DPP PAN
Pada tanggal 19-20 Juni 2007, DPP Partai Amanat Nasional (PAN) bekerja sama dengan Friedrich-Naumann-Stiftung (FNSt) Indonesia mengadakan pelatihan Blogging yang bertempat di Jl. Warung Buncit No. 17.
Bagaimana Cara Pengguna Membaca di Web (Jakob Nielsen)
Mereka TIDAK membaca.
Orang jarang membaca halaman-halaman web kata demi kata; namun mereka memindai halaman, memilih kata-kata dan kalimat-kalimat sesuai keinginan. Penelitian yang saya lakukan bersama John Morkes baru-baru ini menemukan bahwa 79% pengguna uji kami selalu memindai semua halaman baru yang mereka jumpai; hanya 16% saja yang membaca kata-demi-kata. Oleh karena itu, laman web haruslah mempergunakan naskah yang mudah dipindai dengan mempergunakan:
Sepuluh Kiat Menulis Naskah Blog (www.problogger.net)
Berikut ini 10 KIAT yang membantu saya dalam penulisan blog:
-
Tunjukkan pendapat anda
-
Buat tautan (link) sebanyak mungkin
-
Tulis sesingkat mungkin
-
250 kata sudah cukup
-
Buat judul yang jelas (snappy headlines)
- Masukkan daftar berbutir (bulleted points)
- Buat tulisan anda mudah dipindai (scannable)
-
Tetaplah konsisten dengan gaya anda
-
Taburi tulisan dengan kata-kata kunci (keywords)
-
Sunting naskah anda
Filed under Blog
Saran-Saran untuk Menulis Pada Situs Web Politik
“Untuk komunikasi, kata-kata adalah alat yang paling sederhana dan paling efektif.” (Nick Usborne, Net Words, Creating High-Impact Online Copy, New York 2002)
Saat anda menulis untuk web, aturan-aturan dasar jurnalisme tetap berlaku. Sekalipun demikian, ada pula sejumlah ciri khas tertentu dari Internet yang juga perlu dipertimbangkan untuk mencapai penulisan daring (online) yang baik.
-
Menyelidiki, menulis teks atau kepala berita dan memilih ilustrasi – ini semua merupakan rutin harian bagi para jurnalis yang bekerja di media konvensional. Selain fungsi-fungsi ini, penyuntingan tata naskah (copy-editing), penulisan ulang dan penyesuaian ulang teks yang telah ada memainkan peran yang lebih menonjol bagi jurnalis daring (online).
-
Tak seperti mayoritas media tradisional, situs web politik ditujukan bagi sasaran pembaca yang spesifik. Para penggunanya cenderung untuk mencari berita-berita tertentu yang tidak tersedia di tempat lain. Harapan dari kelompok pembaca sasaran ini haruslah memandu kebijakan redaksi dari situs web tersebut.
-
Tidak seperti media luring (offline), ruang di web pada dasarnya tidak terbatas. Namun, para editor daring haruslah mempergunakan ruang yang tersedia secara lebih berhati-hati daripada rekan-rekannya yang bekerja luring. Sekalipun internet memberikan kebebasan bagi anda untuk menerbitkan dokumen-dokumen yang panjangnya bisa dikatakan tidak terbatas, dokumen-dokumen ini haruslah selalu didampingi oleh teks jurnalistik – baik dalam bentuk sebuah pengantar singkat atau sebuah ringkasan yang tidak melebihi dua puluh baris. Jika anda ingin menyajikan teks panjang kepada para pembaca, mereka haruslah selalu diberi tahu bahwa dokumen tersebut juga memberikan sebuah pengantar singkat. Sering kali, sebuah tautan akan membawa dari ringkasan ini ke dokumen yang sebenarnya.
-
Menjaga agar segalanya tetap sederhana merupakan saran yang baik bagi para penulis di medium manapun. “Web mengajak untuk menggunakan bahasa sederhana yang disusun atas kata-kata singkat. Bahasa jenis ini amat mendekati gaya alamiah kata-kata lisan dan amat bersesuaian dengan cara yang disukai orang untuk berkomunikasi daring.” (Usborne, op. cit., hal. 223.)
-
Selain itu, teks-teks pendek juga perlu mendapat perhatian. Teks-teks pendek (keterangan untuk foto, judul berita dan subjudul) sering kali merupakan teks-teks yang paling penting. “Karena sebagian besar orang hanya akan membaca halaman tulisan anda secara sepintas lalu, teks-teks pendek tersebut yang akan menangkap perhatian mereka dan paling berperan untuk mempertahankan atau menghilangkan minat mereka.” (Usborne, op. cit., hal. 217.)
ETIKA DALAM BLOGGING (5 poin penting)
1. Memberikan LINK/TAUTAN di dalam artikel.
2. Memberikan KOMENTAR di blog lain.
3. Memberikan KOMENTAR BALASAN di blog sendiri.
4. Mencantumkan SUMBER pada artikel (jika mengutip dari sumber lain).
5. Tidak menyinggung SARA.
Filed under Blog
BLOG DAN PODCAST SEBAGAI ALAT PENDIDIKAN POLITIK
(makalah oleh: Dr. Ronald Meinardus, Direktur Friedrich-Naumann-Stiftung Kairo, Mesir)
A. Blog dan Podcast: Alat Komunikasi Paling Bebas
Kebanyakan dari pernyataan yang dibuat dibawah ini adalah berdasarkan pertimbangan yang penting: berbicara mengenai alat teknologikal dan implikasi sosial mereka di dunia yang tetap terbagi dan dimana kesetaraan kesempatan masih belum bisa terlihat. Tentunya yang dimaksud adalah digital divide.
Ada tidaknya sebuah digital divide, media digital yang baru telah memberikan sebuah revolusi terobosan tentang cara orang berkomunikasi. Diantara perubahan yang paling penting terjadi adalah pemberdayaan pengguna individu: Kini, semua orang yang memiliki komputer dan koneksi internet secara potensial adalah seorang redaktur. Pemberdayaan secara individual ini telah menetralkan kekuasaan seorang gatekeeper/penjaga gerbang. Jurnalisme warga kini lebih banyak lagi berlomba dengan arus utama media atau MSM (main stream media). Pusat dari semua ini adalah individu tersebut. Hal ini memiliki implikasi politik, sosial dan juga kebudayaan yang sangat besar.
Revolusi media memiliki pontesial untuk memimpin menuju sebuah perpindahan paradigma dalam bidang pendidikan dan pedagogi. Pertanyaan utamanya adalah: Bagaimana kita bisa mengajar secara efektif dan bagaimana cara kita belajar yang terbaik? Jawaban yang termudah adalah: Cara belajar yang terbaik adalah ”learning by doing”, dan ”do it yourself”. Jadi, bisa dikatakan bahwa blog dan podcast merupakan sebuah media “do-it-yourself”.
B. Blog sebagai alat pendidikan (politik)
Dampak politik sebuah blog masih lebih tinggi dibandingkan dengan podcast. Pertama, blog telah ada lebih lama dibandingkan teman audio mereka. Kedua, jumlah blog yang telah ada kira-kira telah mencapai hitungan jutaan, sedangkan podcast baru ada dalam hitungan ribuan.
Blog telah menjadi penantang utama dalam media arus utama; beberapa blog telah memiliki pengunjung yang lebih reguler dibandingkan koran yang memiliki pelanggan tetap. Hubungan perputaran antara blog dengan koran (atau jurnalisme warga versus jurnalisme tradisional) adalah merupakan isu yang paling hangat perdebatannya terkait dengan masa depan media di banyak negara, terutamanya di Amerika Serikat.
Namun demikian, dalam bidang pendidikan, blogging (atau membuat blog) belum banyak berdampak, karena terkait dengan jurnalisme tersebut. Dalam makalah ini, Dr. Meinardus akan berargumen bahwa potensi untuk podcasting lebih besar dari blogging.
Will Richardson, seorang advokat di sebuah blogging akademi yang menjalankan weblogg-ed.com yang berisi tentang kemungkinan dipakainya blog di sebuah kelas menyebutkan lima kegunaan weblog bagi pendidik, yakni:
- Portal kelas secara online
- Situs-situs diskusi
- Filing kabinet untuk lembar distribusi (handout) dan silabus
- Ruang kolaborasi
- Portfolio personal
Lima poin kegunaan utama sebuah blog untuk murid, Will Richardson menyebutkan hal berikut:
- Ruang kerja yang kolaboratif
- Jurnal online
- Tipe kerja yang bersifat respon-pembaca
- Jurnal riset
- Arsip
Copyright © Friedrich-Naumann-Stiftung 2006
