June 8, 2007...9:53 am

BLOG DAN PODCAST SEBAGAI ALAT PENDIDIKAN POLITIK

Jump to Comments

(makalah oleh: Dr. Ronald Meinardus, Direktur Friedrich-Naumann-Stiftung Kairo, Mesir) 

A. Blog dan Podcast: Alat Komunikasi Paling Bebas

Kebanyakan dari pernyataan yang dibuat dibawah ini adalah berdasarkan pertimbangan yang penting: berbicara mengenai alat teknologikal dan implikasi sosial mereka di dunia yang tetap terbagi dan dimana kesetaraan kesempatan masih belum bisa terlihat. Tentunya yang dimaksud adalah digital divide.

Ada tidaknya sebuah digital divide, media digital yang baru telah memberikan sebuah revolusi terobosan tentang cara orang berkomunikasi. Diantara perubahan yang paling penting terjadi adalah pemberdayaan pengguna individu: Kini, semua orang yang memiliki komputer dan koneksi internet secara potensial adalah seorang redaktur. Pemberdayaan secara individual ini telah menetralkan kekuasaan seorang gatekeeper/penjaga gerbang. Jurnalisme warga kini lebih banyak lagi berlomba dengan arus utama media atau MSM (main stream media). Pusat dari semua ini adalah individu tersebut. Hal ini memiliki implikasi politik, sosial dan juga kebudayaan yang sangat besar.

Revolusi media memiliki pontesial untuk memimpin menuju sebuah perpindahan paradigma dalam bidang pendidikan dan pedagogi. Pertanyaan utamanya adalah: Bagaimana kita bisa mengajar secara efektif dan bagaimana cara kita belajar yang terbaik? Jawaban yang termudah adalah: Cara belajar yang terbaik adalah ”learning by doing”, dan ”do it yourself”. Jadi, bisa dikatakan bahwa blog dan podcast merupakan sebuah media “do-it-yourself”.

B.    Blog sebagai alat pendidikan (politik)

Dampak politik sebuah blog masih lebih tinggi dibandingkan dengan podcast. Pertama, blog telah ada lebih lama dibandingkan teman audio mereka. Kedua, jumlah blog yang telah ada kira-kira telah mencapai hitungan jutaan, sedangkan podcast baru ada dalam hitungan ribuan.

Blog telah menjadi penantang utama dalam media arus utama; beberapa blog telah memiliki pengunjung yang lebih reguler dibandingkan koran yang memiliki pelanggan tetap. Hubungan perputaran antara blog dengan koran (atau jurnalisme warga versus jurnalisme tradisional) adalah merupakan isu yang paling hangat perdebatannya terkait dengan masa depan media di banyak negara, terutamanya di Amerika Serikat.

Namun demikian, dalam bidang pendidikan, blogging (atau membuat blog) belum banyak berdampak, karena terkait dengan jurnalisme tersebut. Dalam makalah ini, Dr. Meinardus akan berargumen bahwa potensi untuk podcasting lebih besar dari blogging.

Will Richardson, seorang advokat di sebuah blogging akademi yang menjalankan weblogg-ed.com yang berisi tentang kemungkinan dipakainya blog di sebuah kelas menyebutkan lima kegunaan weblog bagi pendidik, yakni:

  1. Portal kelas secara online
  2. Situs-situs diskusi
  3. Filing kabinet untuk lembar distribusi (handout) dan silabus
  4. Ruang kolaborasi
  5. Portfolio personal

Lima poin kegunaan utama sebuah blog untuk murid, Will Richardson menyebutkan hal berikut:

  1. Ruang kerja yang kolaboratif
  2. Jurnal online
  3. Tipe kerja yang bersifat respon-pembaca
  4. Jurnal riset
  5. Arsip

Copyright © Friedrich-Naumann-Stiftung 2006

2 Comments

  • dear friends in indonesia, while i cannot read your post, you seem to be quoting me. thank you for the courtesy. i am happy that blogging and podcasting is picking up with you also, and i would be honoured if our foundation contributed to this … liberal and democratic progress. greetings from greece, where i am just taking a short holiday.

    @) Oke Pak Meinardus…memang ini bagian dari presentasi anda…. ;)

  • Dear Dr. Meinardus, yes, we are quoting you on your article re Blog and Podcast as a Tool for Political Education. We’ve translated the original text into Bahasa so that our participants can understand it more clearly. By the way, this is our new blog created especially (by Thamrin and I) to store materials relevant for our blogging workshops. (Vera)


Leave a Reply